Ads Top

Nama Asli Akun Sosial Media, Sanggup?

Sepanjang sejarah internet, nama asli pengguna sosial media dan akun-akun lainnya masih sangat diragukan. Walaupun Anda seorang pengguna fanatik sekalipun, pasti lebih senang menggunakan identitas samaran dibanding nama sendiri.
 
Beberapa hari ini, kita mendengar berita yang mempersoalkan nama asli menjadi kewajiban yang harus digunakan pada akun sosial media. Seperti Facebook, berencana menerapkan sistem penggunaan nama asli sebagai misi mereka yang mendukung pencarian seseorang.

Tolak Nama Asli Atau Tetap Gunakan Samaran?


Rasanya kita sudah terbiasa dengan inisial yang tak harus menyebutkan nama asli pengguna sosial media. Anggaplah kalian menggunakan avatar asli tapi menggunakan identitas samaran yang dikenal seluruh tanah air, atau bahkan seluruh dunia. Padahal nama asli kalian mungkin sangat jelek dan tak enak disebut. Saya sendiri keberatan jikalau sistem ini diterapkan dan nama asli harus menjadi sebutan dalam akun sosial media.

nama asli, akun asli

Pasalnya begini, kalau panggilan sehari-hari biasanya lebih menggambarkan hubungan langsung dengan lingkungan nyata. Sementara kita yang masuk ke dunia maya lebih berimajinasi dengan hal-hal yang tak mungkin terjadi dunia nyata. Contoh kecilnya menggunakan nama tokoh komik dan film, nah... lebih keren mana? Nama asli atau nama samaran? 
Berita yang saya dengar, Facebook melarang akun yang menggunakan nama palsu, yang kebanyakan spammer tetapi banyak juga yang menggunakan nama samaran. Sosial media ini nantinya meminta kita untuk mengadukan teman-teman yang ada dilingkaran kita jika mereka terbukti tidak menggunakan nama asli.

Kalimat diatas jelas, walaupun menggunakan nama samaran tapi jika rekan lain mengadukan akun kita 'tidak asli', sama saja menghapus akun kalian yang sudah kepalang tenar itu. Jadi nama alias atau palsu yang membuat Anda terkenal perlahan-lahan nantinya mulai ditinggalkan.

Nama Asli Bentuk Kaku Dunia Maya


Lihat saja, avatar-avatar yang bukan pemiliknya dan menggunakan nama palsu. Dan jelas bahwa pandangan ini mengisyaratkan bahwa mereka enggan bertanggung jawab. Tapi tidak semua pengguna akun anonim merugikan, ada juga sekelompok akun anonim yang mau memberikan informasi bagus. Alasannya mungkin cuma berbagi, tapi sayang sekali mereka tak mau dikenal.

Jadi, jikalau social media lain menerapkan sistem seperti Facebook.... kedepan mungkin motif akun anonim akan sulit berkembang, siapa yang bersuara maka mereka harus bertanggung jawab.

Ada satu ide yang menurut saya bisa membantu, sosial media menyediakan kedua identitas. Artinya ketika mesin pencari mereka bekerja, identitas asli akan muncul dalam pencarian tersebut. Kemudian identitas samaran bisa digunakan untuk bersosialisasi, membuat branding tersendiri bagi penggunanya. Tapi jelas semua itu bukan anonim, identitas asli dan samaran benar-benar dikaitkan. Kenapa saya berfikiran seperti itu?
Kita ini didunia maya yang penuh dengan impian menjadi karakter lain didunia yang lain. Jikalau harus menggunakan identitas atau nama asli, kemana lagi harus mewujudkan impian-impian kita?

Tetap gunakan identitas samaran Anda, saya yakin sekali bahwa itu semua sulit dihapuskan. Dunia maya diciptakan sebagai penampang imajinasi yang tidak harus melibatkan identitas dan nama asli.

21 komentar:

  1. Menrunut ke kutipan Anda, saya setuju, selama nama samaran dipergunakan dalam ranah dunia maya - dan tidak bersinggungan dengan kehidupan nyata.

    Saya juga main game online pakai nama samaran koq, karena disitu ya cuma main doang, gak ngebahas kondisi dunia nyata. Tapi Twitter dan Facebook, tetap saya pertahankan untuk menggunakan nama asli, karena disitu saya berbagi tentang hal-hal yang terjadi dalam hidup saya :D

    BalasHapus
  2. awil f. tanjung26 Sep 2012 08.24.00

    wajar facebook buat kayak gitu
    karena banyak dari orang-orang hilang yang diketemukan lewat jejaring sosial tersebut.

    BalasHapus
  3. duluuuuuuuuuuuuuuu segenggam emas ....
    eh :D
    dulu sih awal2 aku pakai nama asli dong di fesbuk
    tapiiiiiiiiii kesininya udah engga
    dulu pajang2 foto
    sekarang udah engga
    dulu serba asli deh
    sekarang udah engga

    hehehe

    tapi ucapan saya tak ada yang imitasi
    semua asli. dijamin lagi kualitasnya hahaha

    BalasHapus
  4. ternyata untuk akun perusahaan juga google plus gak mau hehe.. seperti tempat saya bekerja :D ahh nerima aja yang penting jangan sampai gak terkenal di dunia nyata wkaka

    BalasHapus
  5. Saya slalu pakai nama asli hampir di semua akun...
    Menurut saya, nggak ada ruginya kalau saya pakai nama asli
    Nggak tau kalau orang lain gimana.
    Seolah2 kok nyia2kan nama. Emangnya nama buat apa kalau nggak dipakai. Lagian media sosial juga bukan hantu yg musti ditakuti

    BalasHapus
  6. Lho,... bang Nich langsung nyambut.
    Iya, tentunya socmed memang butuh identitas. Kalau tak menyebutkan nama komplit, nama pendek juga tak masalah. Saya masih senang menambah nama inisial di socmed, tapi tak harus sepenuhnya samaran :)

    BalasHapus
  7. Kayaknya kamu susah ditemukan Wil, apa belum punya akun socmed :P

    BalasHapus
  8. Padahal dari postingan ini aku ngarep Mbak Niq majang avatar asli :D

    BalasHapus
  9. Nah, yang terakhir itu...
    Yang penting eksis, apapun panggilannya nanti, pasti lebih lekat dihati pembaca #eaaa

    BalasHapus
  10. Ada yang malu Pak,...
    Tapi saya masih seneng pakai inisial dan nama akhir yang asli, dan didukung poto2 asli. Jadi memang memajang identitas asli.

    Nah ada juga beberapa sosial media yang tidak saya pakai nama asli, lha wong identitas jaringannya juga sama

    BalasHapus
  11. saya sih tetap setia pake nama asli mas :D

    BalasHapus
  12. kalo untuk facebook dan twitter sih menggunakan nama pribadi. soalnya biar mudah dikenali sama temen. kalo buat blog atau lain-lain, saya menggunakan nama samaran aja. lebih enak aja. hehe

    BalasHapus
  13. asli atau palsu yang penting heppy..... hehehehe....
    tapi saya pribadi seneng menggunakan nama sendiri dalam setiap akun jejaring sosial pribadi, tapi ada juga beberapa akun yg saya samarkan nama-nya supaya tidak bisa di kenali kalau itu saya, hehe.. tapi meski samaran saya tetap tertib kalau di jejaring sosial :)

    BalasHapus
  14. Nama asli aku berharga 2 ekor kambing buat tasmiyah, gak mungkin kalo aku gak pake nama asli... :p


    "Tetap gunakan identitas samaran Anda, saya yakin sekali bahwa itu semua sulit dihapuskan. Dunia maya diciptakan sebagai penampang imajinasi yang tidak harus melibatkan identitas dan nama asli." => mungkin karena inilah, hubungan kita dengan (orang-orang di) dunia nyata menjadi renggang.

    BalasHapus
  15. Mantap Bang Tom :D

    BalasHapus
  16. Mudah-mudahan bukan untuk hal negatif kan? ;)

    BalasHapus
  17. Nah, itu... tertib acara Mas.
    Samaran bukan berarti jelek, masih bisa diarahkan ke positif, ngga seperti kebanyakan akun palsu sekarang :mrgreen:

    BalasHapus
  18. Tak kenal maka tak sayang *itu kata orang tua saya*

    Identitas palsu sebenarnya bukan untuk sosialisasi, pasti muncul keraguan dan kerenggangan. Nama samaran saya gunakan di game, serasa menjadi diri yang lain didunia yang lain. Setidaknya nama palsu dengan gambar asli, atau sebaliknya, tapi bukan tidak memajang keduanya. Itu yang meragukan :)

    BalasHapus
  19. setuju banget tuh bharusnya nama asli yg adipakai,

    BalasHapus
  20. selama ini sih saya pake nama asli. nama samaran buat akun2 blogging aja hehe

    BalasHapus
  21. Saya menggunakan nama asli di akun saya, karena mewajibkan minimal dua suku kata, maka nama belakang biasanya saya tambah, namun nama belakang tersebut tidak berubah dan merupakan bagian dari 'identitas'. :D

    Soal mereka yang menggunakan nama samaran, menurut saya itu bagian dari kebebasan, selama tidak dipergunakan untuk hal-hal yang negatif dan merugikan orang lain, saya kira masih bisa di tolerir.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.